Kalian semua yang punya pasangan (sorry buat yg jomblo) pasti pernah kan sesekali mendengar ada yang bilang :
Wah kalian berdua miiriiiip bangeet, pasti jodoh!
Ya padahal banyak juga yang mirip sama orang tua atau adiknya tapi gak jodoh -_- Di Indonesia, hampir semua orang percaya sama mitos ini. Kalau mirip berarti jodoh! Kalau mirip berarti jodoh! Kalau gak mirip yuk dimirip-miripin. Makanya makin banyak anak abg yang ngelakuin hal - hal aneh, termasuk foto berdua dengan pasangan tapi tukeran baju.
Tapi kalau melihat kenyataan sih sebenernya ada benarnya juga. Kita sering melihat pasangan yang sudah menikah memang mirip satu sama lainnya. Entah dari bentuk muka, mata, bibir, bahkan sifat. (Yang pasti bukan mirip karena tukeran baju) (Atau mirip karena si cowok kumisan trus ceweknya maksa pengen kumisan juga sampai make krim wak doyok) Ya gak gitu juga. Alasan kemiripan mereka sebenarnya adalah seperti ini :
1. Pasangan yang Bahagia
Sebenarnya gak harus mirip dulu baru bisa dikatakan jodoh. Menurut hasil pengamatan saya, pasangan - pasangan ini sebelum bertemu malah gak ada miripnya satu sama lain. Mereka menjadi mirip setelah berpacaran. Kenapa? Ya karena semakin pasangan itu bahagia, maka mereka akan semakin dekat, makin seperti kakak dan adik. Intinya makin sering bersama, makin sering ngobrol, makin cocok, ekspresi wajah akan semakin mirip.
2. Kemiripan DNA
Ternyata mitos ini gak cuman ada di Indonesia aja, tetapi di seluruh dunia. Bahkan University of Liverpool juga melakukan penelitian tentang ini. Dari studi yang mereka lakukan pada tahun 2006, ditemukan bahwa seseorang akan menemukan jodohnya berdasarkan kemiripan DNA. Secara fisik, mungkin gak mirip, tetapi secara sifat, hobi, dll pasti ada beberapa kesamaan. Makanya wajar kalo seseorang bisa jatuh cinta dengan orang lain karena merasa mirip dengannya. Contohnya adalah Cinta dan Rangga, karena sama - sama suka puisi, mereka jadi saling jatuh cinta. Bener kan?



No comments:
Post a Comment